Penyebab Kram

Pada umumnya penyebab kram tidak diketahui (idiopatik). Sementara ahli berpendapat bahwa kram terjadi ketika otot yang sudah dalam posisi mengkerut dirangsang untuk kontraksi. Hal ini terjadi saat kita tidur dengan posisi dengkul setengah ditekuk, dan telapak kaki sedikit mengarah ke bawah. Pada posisi ini otot betis agak tertekuk dan mudah terkena kram. Itulah mengapa gerakan pelenturan sebelum tidur dapat mencegahnya.

Pada beberapa kasus, kram mungkin terjadi karena masalah atau kondisi lainnya, misalnya:

  • Beberapa jenis obat dapat memberikan efek samping berupa kram. Golongan obat ini antara lain: diuretik, nifedipine, cimetidine, salbutamol, statins, terbutaline, lithium, clofibrate, penicillamine, phenothiazines, dan nicotinic acid, pelancar kemih dan penurun/peluruh lemak juga bisa menyebabkan kram
  • Dehidrasi
  • Ketidakseimbangan zat garam dalam darah (misalnya, kadar kalsium atau potasium terlalu rendah)
  • Kehamilan, terutama pada trimester akhir, Pada ibu hamil, kram dapat berhubungan dengan
  • berat badan yang berlebih sehingga serabut syaraf pada kaki tertekan.
  • Kelenjar tiroid yang kurang aktif
  • Penyempitan arteri/vena kaki yang menghambat sirkulasi
  • Gangguan saraf
  • Sirosis hati
  • Kurangnya aliran darah ke otot yang disebabkan adanya penumpukan asam laktat pada aliran darah.
  • Kondisi udara yang dingin Trauma yang dialami oleh tulang atau otot
  • Kekurangan vitamin, misalnya tiamin (B1), asam pantotenat (B5), dan piridoksin (B6).
  • Para penderita Hiperkolesterol dan Diabetes. Hal ini disebabkan sirkulasi darah ke otot yang kurang baik karena tingginya kolesterol dalam darah atau pembuluh darah yang mudah rusak.

Pada kondisi di atas, kram hanyalah satu dari beberapa gejala lainnya. Bila tidak ada gejala lain, kemungkinan besar kram bersifat idiopatik dan bukan karena kondisi di atas.

Source :
http://majalahkesehatan.com/penyebab-dan-penanganan-kram-kaki